Saudaraku saya mencoba merangkum buku dari beberapa sumber yang menjelaskan tentang manfaat sholat. SHOLAT Obat Penenang Jiwa, iya sholat adalah Asy Syifaa, Lebih rincinya silahkan saudara-saudari membacanya berikut ini:
Selasa, Januari 18, 2011
Senin, Januari 17, 2011
Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”
Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan tak bertepi karena sangat luas, kaya dan mencerahkan. Keluasan suri tauladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan.
Selama ini faktor lain yang mereduksi nilai keteladanan leadership dan manajemen Rasulullah SAW adalah ketidakmampuan melihat perjalanan hidup Rasulullah SAW secara lengkap dan holistic baik dimensi sosial, politik, edukasi, dan legal untuk kemudian memformulasikannya dengan nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam suatu model yang dapat diteladani dengan mudah.
Saat ini cara pandang kebanyakan kita terhadap Rasulullah SAW adalah one sided. Artinya hanya menjadikan Muhammad SAW sebagai pemimpin keagamaan saja. Daerah teritorialnya hanya di mesjid, mushalla dan panutan saat kita shalat saja, tetapi bila kita sudah keluar dari masjid, dan masuk ke bank atau lembaga keuangan lainnya, maka suri tauladannya ditinggalkan. Ketika kita melakukan ekspor-impor petuahnya tentang kejujuran diabaikan.
Saat musim maulid (peringatan kelahiran Rasulullah SAW) tiba, banyak di antara kita yang membaca shalawat-shalawat panjang, diba dan barzanzi. Tetapi semua itu sebatas dikumandangkan di masjid, madrasah, dan rumah-rumah saja. Saat kita kembali ke kantor, ternyata kantor kita kosong dari nilai-nilai akhlak dan keluhuran budi pekerti seperti yang diajarkan barzanzi. Tidak ada sepotong hadits pun, yang jumlahnya puluhan ribu itu, termuat dalam manual dan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan kita. Demikian juga halnya dengan corporate culture institusi kita nun jauh dari ajaran akhlak mulia yang didakwahnya. Walhasil shalawat terus kita baca, barzanzi selalu kita kumandangkan tetapi perusahaan kita semakin jauh dari teladan Rasulullah SAW. Bahkan tidak jarang semakin hari semakin dekat ke budaya Yahudi dan kapitalistik. Si kuat memakan si lemah. Profit jauh lebih diutamakan dari akhlak dan syariah.
Dengan kepiawan sang penulis Muhammad Syafii Antonio memformulasikan buku ini dalam bentuk tulisan, gambar dan warna yang menarik dan mudah untuk dipahami. Tulisan ini Syafii Antonio ini sangat kaya dengan sumber-sumber tertulis. Ini bisa terlihat dari sumber dan sanad catatan kaki di sepanjang halaman yang menceritakan tentang Rasulullah SAW. Tidak hanya untuk paragraf panjang saja, bahkan walaupun hanya dua alinea penulis menyertakan sumber tertulisnya.
Sistematika buku ini dibagi dalam 4 bagian utama yang terdiri dari 12 bab. Bagian I terdiri dari 2 bab yaitu bab 1 sebagai Mukaddimah dan bab 2 berisi pembacaan terhadap konsep-konsep manajemen dan leadership modern. Bagian II memuat 1 bab yakni bab 3 berupa survey of literature terhadap berbagai tulisan dan kajian klasik tentang Muhammad SAW. Tujuan utama dari bagian II adalah untuk menunjukkan bahwa betapa masih banyaknya suri tauladan Muhammad SAW yang masih harus digali dengan penuh ketekunan dan kesabaran tetapi juga mengasyikkan.
Bagian III berisi 8 bab yang merupakan isi pokok dari buku ini seperti dijelaskan di atas. Bagian IV terdiri dari 12 bab yang merupakan bab penutup berupa epilog. Di bagian akhir buku disertakan juga appendix, index dan daftar pustaka.
Berikut adalah sekelumit deskripsi penulis tentang Muhammad SAW sebagai pemimpin bisnis dan entrepreneurship dalam bab 5 : Salah satu aspek kehidupan Muhammad SAW yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang rasul, pemimpin masyarakat atau ‘negara’, dan pemimpin militer. Padahal sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah seorang pengusaha. Ia telah memulai merintis karir dagangnya ketika berumur 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu. Angka ini sedikit lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung selama ± 25 tahun ketika beliau menerima wahyu. Angka ini sedikit lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung selama ± 23 tahun.
Aspek bisnis Muhammad SAW ini juga luput dari perhatian kebanyakan orientalis. Mungkin karena dianggap kurang kontroversial dan tidak menarik dalam perdebatan teologis. Sebagian mereka juga sering melancarkan serangan terhadap pribadi Muhammad SAW tetapi jarang sekali yang mengkaji secara mendalam prilaku bisnis beliau. Kewirausahaan (entrepreneurship) tidak terjadi begitu saja tetapi hasil dari suatu proses yang panjang dan damai dan dimulai sejak beliau masih kecil. Hal ini sesuai dengan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Collin dan Moores (1964) dan Zalzenik (1976) yang berkesimpulan bahwa “The act of entrepreneurship is an act patterned after modes of coping with early childhood experience”. Pendapat seperti ini diamini oleh kebanyakan guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan kita akan membuat perbedaan yang berarti dalam periode kehidupan berikutnya.
“Many greatmen started as newspaper boys” kata orang bijak. Untuk menjadi seorang pemimpin atau wirausaha yang tangguh, pengalaman masa kecil itu tidak selamanya positif atau menyenangkan. Sebuah penelitian terhadap beberapa pemimpin yang dilakukan oleh Manfred Kets de Vries (1995) berkesimpulan bahwa kerasnya kehidupan masa kecil menimbulkan dorongan untuk memimpin.
Because of the hardships they have encountered, many of them seem to be one mission: they are going to prove the world wrong: they are going to show everyone that they can amount to something. Many of them, suffering from what could be called the Count of Monte Cristo complex (after Alexander Duma’s novel), go even further, they have a very strong need to get even for the wrongs done to them at earlier periods in their lives. (Joseph dan Jimmie Boyett. 1998. The Guru Guide, the Best Ideas of the Top Management Thinkers. New York : John Wiley & Son. Hal. 49)
Dalam konteks Muhammad SAW, beliau mempunyai pengalaman yang pahit dengan terlahir sebagai anak yatim. Beliau sempat mempunyai pengalaman yang menyenangkan ketika diasuh oleh Halimah, setelah sempat berbahagia hidup bersama ibunya. Muhammad kecil menjadi yatim-piatu ketika berumur 6 tahun. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, dan setelah wafat, dilanjutkan oleh pamannya Abu Thalib. Sayangnya, Abu Thalib merupakan salah satu anak Abdul Muthalib yang paling sederhana hidupnya, sehingga tak jarang Muhammad kecil harus membantu ekonomi keluarga sang paman dengan bekerja ‘serabutan’ kepada penduduk Makkah. Pengalaman kecil seperti inilah yang menjadi modal psikologis beliau ketika menjadi seorang wirausaha di kemudian hari.
Pekerjaan menggembala ternak merupakan pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul, seperti Musa, Daud dan Isa. Menurut catatan sejarah, dimasa kecil Muhammad SAW pernah menggembala ternak penduduk Makkah. Muhammad SAW pernah mengatakan, “semua nabi pernah menggembala ternak”. Para sahabat bertanya, “Bagaimana dengan Anda ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak.” Sahabat kemudian bertanya lagi, “Anda sendiri bagaimana Rasulullah?” beliau menjawab “Aku dulu menggembalakan kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.
Pekerjaan menggembala ternak merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian leadership dan manajemen yang baik. Para penggembala harus mampu mengarahkan ternaknya ke padang gembalaan yang subur dengan rumput menghijau. Di samping itu, mereka juga harus dapat mengendalikan hewan ternaknya agar tidak tersesat. Mereka juga harus melindungi ternaknya dari berbagai gangguan seperti dari hewan pemangsa dan para pencuri. Ini semua merupakan bentuk fungsi kepemimpinan dan manajemen. Mungkin latar belakang seperti ini memang digariskan Allah SWT kepada calon rasul yang akan mengemban risalah kenabian dan memimpin umat.
Perjalanan karir Muhammad SAW di bidang perdagangan dapat dirumuskan sebagaimana berikut : Muhammad SAW telah mengenal perdagangan di usia 12 tahun atau diistilahkan dengan magang (internship). Hal ini terus dilakukan sampai usia 17 tahun ketika beliau telah mulai membuka usaha sendiri. Waktu itu pamannya menganjurkan beliau untuk berdagang agar beban keluarga mereka dapat berkurang. Dengan demikian pada usia ini beliau sudah menjadi seorang business manager. Dalam perkembangan selanjutnya ketika pemilik modal Makkah mempercayakan pengelolaan perdagangan mereka kepada Muhammad SAW, beliau menjadi investment manager.
Ketika beliau menikah dengan Khadijah dan terus mengelola perdagangannya, maka status beliau naik menjadi bussiness owner. Ketika usia beliau menginjak pertengahan 30-an, beliau menjadi seorang investor dan mulai memiliki banyak waktu untuk memikirikan kondisi masyarakat. Pada saat ini beliau sudah mencapai apa yang diistilahkan Robert Kiyosaki sebagai kebebasan uang (financial freedom) dan waktu.
Inilah sekelumit kisah Rasulullah yang ada dalam buku setebal 320 halaman. Masih banyak kisah menarik lainnya tentang pribadi beliau yang memang layak ditiru.
Pengemis Buta dan Rasulullah SAW
Dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW, membaca dan menyimak kembali sejarah perjalanan hidup beliau tentu sangat tepat. Salah satunya adalah kisah di bawah ini. Setiap kali Mr.Umembaca kisah ini, air mata haru, takjub, sedih sekaligus bangga serta rasa rindu yang teramat dalam menyesaki dada.
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.”
“Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA.
“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana”, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik.
“Siapakah kamu?“ Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)”.
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya
sumber : http://mrumedia.wordpress.com
Surat Cinta BTS Engineer
Hari itu, ketika tubuhku pada level sinyal yang terendah...
Mataku flicker tak percaya...
Benarkah yang tertangkap oleh antena directional-ku??
Dalam sms mu...
Katamu, akulah power supply kehidupanmu...
Katamu, jika kau BTS, maka akulah BSC...
Katamu, jika kau transmitter, akulah receiver...
Sadarkah kau??
Kau berhasil membuatku mengalami drop call dan fault handover
Perintahkan BOI-A mu mendengar seluruh TCH-signaling-ku berkata...
Setiap transmit outputku membutuhkan OMU darimu.
Setiap detail gerakan carrier wave mu merangsang Channal-channal-ku.
Ucapan selamat malammu laksana Integration...
Ucapan "jangan menangis, sayang" mu bagaikan Acceptance bagiku...
Dan ketika kau pergi...terasa bagaikan BTS Fall Back untukku..."
Apa yang terjadi padaku??
Cinta kau bilang??
Tak pernah kudengar Tinder mengucapkannya...
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Global system for Mobile
dengan Dual Impact tentang nya??
Investigate aku...
Plug-in aku dengan signal TRX "aku milikmu"...
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem telecommunication kita bersama-sama...
Sampai Rectifire breakdown memisahkan kita...:love:
Sebarkan ke teman-teman anda sebagai tanda anda menyayangi mereka!! Khususnya ke orang-orang yang paling anda sayangi.......!!!
Sumber : Milist Stelk Makassar
READMORE - Surat Cinta BTS Engineer
Mataku flicker tak percaya...
Benarkah yang tertangkap oleh antena directional-ku??
Dalam sms mu...
Katamu, akulah power supply kehidupanmu...
Katamu, jika kau BTS, maka akulah BSC...
Katamu, jika kau transmitter, akulah receiver...
Sadarkah kau??
Kau berhasil membuatku mengalami drop call dan fault handover
Perintahkan BOI-A mu mendengar seluruh TCH-signaling-ku berkata...
Setiap transmit outputku membutuhkan OMU darimu.
Setiap detail gerakan carrier wave mu merangsang Channal-channal-ku.
Ucapan selamat malammu laksana Integration...
Ucapan "jangan menangis, sayang" mu bagaikan Acceptance bagiku...
Dan ketika kau pergi...terasa bagaikan BTS Fall Back untukku..."
Apa yang terjadi padaku??
Cinta kau bilang??
Tak pernah kudengar Tinder mengucapkannya...
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Global system for Mobile
dengan Dual Impact tentang nya??
Investigate aku...
Plug-in aku dengan signal TRX "aku milikmu"...
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem telecommunication kita bersama-sama...
Sampai Rectifire breakdown memisahkan kita...:love:
Sebarkan ke teman-teman anda sebagai tanda anda menyayangi mereka!! Khususnya ke orang-orang yang paling anda sayangi.......!!!
Sumber : Milist Stelk Makassar
Labels:
Cinta,
Love,
Serba-Serbi,
Surat Cinta
Kamis, Januari 13, 2011
Bagaimana Menjadi Muslim Yang Beruntung
Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift. That’s why it is called the present.
Itu adalah ucapan Guru Oogway kepada Po yang akhirnya menjadi pendekar Naga dalam film Kungfu Panda.
Setiap orang telah menjalani hari kemarin, akan menghadapi hari esok, dan sedang menghadapi hari ini. Tulisan ini ingin mengulas bagaimana penyikapan terhadap situasi tersebut.
Masa Lalu Telah Menjadi Sejarah
Itu adalah ucapan Guru Oogway kepada Po yang akhirnya menjadi pendekar Naga dalam film Kungfu Panda.
Setiap orang telah menjalani hari kemarin, akan menghadapi hari esok, dan sedang menghadapi hari ini. Tulisan ini ingin mengulas bagaimana penyikapan terhadap situasi tersebut.
Masa Lalu Telah Menjadi Sejarah
Apa yang telah lalu tidak dapat kita ubah. Apa yang kita lakukan, baik dan buruk, semuanya sudah terjadi. Semuanya telah tercatat menjadi sejarah hidup kita. Ada orang yang terus menerus menyesali masa lalunya sehingga dia tidak dapat menjalani hari ini dengan baik. Dia merasa orang yang telah berbuat kesalahan dan terus menerus dihantui oleh kesalahan itu.
Menyesali kesalahan adalah hal penting. Tapi jika apa yang telah terjadi terus menerus menjadi penghalang untuk berbuat sesuatu hari ini, maka dia menjadi masalah. Apa yang telah terjadi adalah pelajaran untuk diambil hikmahnya. Baik dan buruk yang telah kita lakukan harus menjadi pelajaran dalam menata diri kita hari ini dan hari ke depannya.
Sejarah masa lalu diri kita juga di luar kemampuan kita untuk mengubahnya. Kita tidak pernah tahu lahir dari ayah dan ibu yang mana. Kita juga tidak bisa memilih tempat kelahiran kita sendiri. Semuanya bagian dari sejarah diri kita yang telah ditetapkan untuk ditafakuri. Kita juga tidak pernah tau apakah orangtua kita miskin atau kaya, pintar atau bodoh, terhormat atau orang biasa.
Menyesali keadaan diri adalah perbuatan yang bodoh. Apa yang telah kita dapatkan di masa lalu merupakan bagian dari anugrah Allah yang harus disyukuri. Bukan untuk disesali.
Masa Depan Belum Terjadi
Sebagian orang merasa sangat takut dengan masa depan. Dia takut apakah besok masih bisa makan atau tidak. Dia juga khawatir apakah nanti bisa mendapatkan apa yang dia harapkan. Apakah anak-anaknya kelak dapat belajar di sekolah yang bagus, mendapat pendidikan yang layak, dan bekerja dengan penghasilan yang baik.
Karena kekhawatiran itu, segala sesuatu dipersiapkan sampai berlebihan. Padahal hari esok belum terjadi. Dan kita pun tidak tau akan terjadi seperti apa. Manusia hanya bisa berikhtiar dan berencana. Allah Maha Kuasa adalah Maha Pengatur Hamba-Hamba-Nya. Tugas kita adalah berusaha dan berikhtiar agar dekat dengan kehendak-Nya. Ketika itu dilakukan, maka kehendak Allah akan bekerja pada diri kita.
Labels:
Motivasi,
Renungan,
Tips Keluarga Muslim
Menyikapi Kegagalan
Satu hal yang paling membedakan antara orang sukses dengan tidak adalah bagaimana cara mereka menyikapi kegagalan. Seorang yang berjiwa besar akan menganggap kegagalan sebagai bumbu kehidupan dan proses menuju keberhasilan. Sementara seorang pecundang menganggap kegagalan sebagai momok yang menakutkan sehingga mereka putus asa dan menyerah.
Coba tanyakan kepada orang yang sukses apakah mereka pernah mengalami kegagalan? Jawabannya pasti pernah. Tahukah berapa banyak kegagalan yang pernah mereka alami? Jawabannya mungkin bisa beragam, tapi tak jarang kita akan mendengar bahwa mereka telah gagal puluhan bahkan ratusan kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya adalah mereka bangkit kembali dan berjalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan keberhasilan. Dan seandainya keberhasilan itu pun tak kunjung datang, bukankah kegagalan itu sendiri sebuah proses pembelajaran yang mencerahkan?
Suatu hari Thomas Alfa Edison ditanya oleh asistennya ketika melakukan percobaan untuk membuat lampu pijar, “Anda telah melakukan percobaan ribuan kali untuk menemukan bahan filamen yang tepat. Apakah Anda tidak lelah? Bukankah kita telah melakukan ini ribuan kali dan tidak pernah berhasil?
Edison menjawab, “Dalam setiap percobaan, saya selalu belajar untuk menemukan bahan yang paling tepat untuk lampu pijar. Apa yang kamu anggap kegagalan buat saya adalah keberhasilan yang tertunda. Saya yakin dalam waktu dekat saya akan menemukannya.”
Edison benar dan dia menjadi penemu lampu pijar yang kita nikmati sampai sekarang. Dia mengajarkan kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang hidupnya, Edison telah menghasilkan ribuan paten atas penemuan-penemuannya.
Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Itu adalah sebuah proses keberhasilan yang tertunda. Bangkitlah kembali dan jadilah orang yang berjiwa besar yang tidak peduli berapa kali mereka akan terjatuh, dia akan berdiri dan berjalan lagi.
Coba tanyakan kepada orang yang sukses apakah mereka pernah mengalami kegagalan? Jawabannya pasti pernah. Tahukah berapa banyak kegagalan yang pernah mereka alami? Jawabannya mungkin bisa beragam, tapi tak jarang kita akan mendengar bahwa mereka telah gagal puluhan bahkan ratusan kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya adalah mereka bangkit kembali dan berjalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan keberhasilan. Dan seandainya keberhasilan itu pun tak kunjung datang, bukankah kegagalan itu sendiri sebuah proses pembelajaran yang mencerahkan?
Suatu hari Thomas Alfa Edison ditanya oleh asistennya ketika melakukan percobaan untuk membuat lampu pijar, “Anda telah melakukan percobaan ribuan kali untuk menemukan bahan filamen yang tepat. Apakah Anda tidak lelah? Bukankah kita telah melakukan ini ribuan kali dan tidak pernah berhasil?
Edison menjawab, “Dalam setiap percobaan, saya selalu belajar untuk menemukan bahan yang paling tepat untuk lampu pijar. Apa yang kamu anggap kegagalan buat saya adalah keberhasilan yang tertunda. Saya yakin dalam waktu dekat saya akan menemukannya.”
Edison benar dan dia menjadi penemu lampu pijar yang kita nikmati sampai sekarang. Dia mengajarkan kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang hidupnya, Edison telah menghasilkan ribuan paten atas penemuan-penemuannya.
Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Itu adalah sebuah proses keberhasilan yang tertunda. Bangkitlah kembali dan jadilah orang yang berjiwa besar yang tidak peduli berapa kali mereka akan terjatuh, dia akan berdiri dan berjalan lagi.
Labels:
Motivasi,
Renungan,
Tips Keluarga Muslim
Langganan:
Postingan (Atom)

